Monthly Archives: March 2016

Kutukan Minyak Putri Tujuh

 Anugerah Perkasa

1.822 words

 

SUHANTO MELANGKAH pulang ke rumah setelah menghabiskan waktu berbincang dengan teman-temannya, malam itu. Dia memang sering  berkumpul di Lapangan Badminton dengan para tetangganya. Tempat itu kadang dijadikan arena perlombaan bulu tangkis sekaligus menjadi ajang bermain anak-anak. Suhanto berusia 45 tahun. Kulitnya sawo matang dan rambutnya keriting. Dia adalah warga Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Riau. Pada pukul 10.00,  tayangan televisi di rumah pun mulai ditontonnya selama 20 menit kemudian.

Bummm!

Suhanto terkejut. Dia melihat malam itu menjadi sangat terang. Dari balik jendela, dia menyaksikan api yang berkobar  besar dari dalam Unit Pengolahan II PT Pertamina (Persero).  Asap tebal kian membumbung. Dia sontak membangunkan istri dan anaknya yang tengah terlelap. Mereka pun keluar dari rumah. Suhanto memacu sepeda motor bebeknya. Continue reading

Leave a comment

Filed under CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, LAW, POLITICS

Cerita Kembang dari Salamjaya

Anugerah Perkasa

1.056 words

 

SAYA MENGINGAT perempuan itu tak sekadar seorang pemijat profesional. Kami bertemu pertama kali pada November lalu di pusat kesehatan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saya memilih untuk tidak menuliskan nama sebenarnya—sebut saja Kembang Wangi, karena rentan untuk pekerjaannya. Dia asal Kabupaten Subang, Jawa Barat dan berusia 26 tahun. Kulitnya kuning dengan rambut lurus melebihi bahu.

Kesan saya, Kembang adalah orang yang terbuka—selain itu, manis pula. Kami membicarakan apa pun. Dia kadang bercerita soal kampung halamannya, Desa Salamjaya, Kecamatan Pabuaran. Salah satunya soal kemiskinan.

“Banyak teman Kembang yang selesai SMA, langsung cari kerja. Kalau punya uang, mereka biasa kuliah di Bandung,” katanya. “Orang kaya di kampung dapat dihitung. Mereka punya sawah yang luas.” Continue reading

Leave a comment

Filed under CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, LABOUR, POLITICS

Melihat Raksasa dari Tepian

Anugerah Perkasa

627 words

 

SAYA TAK AKAN melupakan Carda, petani tua asal Indramayu, Jawa Barat dengan segala persoalannya. Dia adalah salah satu petani yang kehilangan lahan garapannya karena tergusur akibat pembangunan embung Buburgadung di kabupaten tersebut. Kami bertemu saat siang menyengat, pada Mei 2 tahun silam.  Carda usianya kini 71 tahun. Tubuhnya relatif kurus. Saya ingat ada golok yang tergantung di pinggang kirinya.

“Kalau kuwu mendukung masyarakat, tidak  mungkin ada pembangunan waduk,” tuturnya, saat itu.

Pembangunan embung Buburgadung memang bermasalah sejak awal. Para petani yang menggarap padi belasan tahun silam akhirnya digusur demi pembangunan. Kuwu atau kepala desa tak membela warganya sendiri. Mereka pun melawan. Pada  September 2013, konflik pecah. Penyisiran terjadi. Pembakaran gubuk. Penjarahan harta. Sebagian petani, menderita tekanan jiwa akibatnya. Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS

Yang Muda, Yang Berjihad?

Oleh Anugerah Perkasa

1.055 words

SAYA BERTEMU Badrul Qowim, seorang santri Pondok Pesantren Al Mukmin dalam sebuah wawancara  pada Oktober 2002 silam. Badrul adalah remaja kurus berusia 18 tahun kala itu—dan mungkin menapaki usianya di awal 30 tahun pada hari ini. Kami bertemu di salah satu ruang tamu pesantren yang berbasis  di Solo, Jawa Tengah tersebut. Kesan saya, Badrul adalah sosok muda dan militan terhadap Islam yang dipahaminya.

“Jihad adalah untuk menghilangkan kemungkaran,” katanya. “Bali tempat penuh kemungkaran. Ada orang yang telanjang di pantai dan ada diskotik.” Continue reading

Leave a comment

Filed under CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, POLITICS, UNCATEGORIZED