Category Archives: INSURANCE

Surga Luxembourg, Suaka Jakarta

Oleh Anugerah Perkasa

1.162 words

 

KRISTOF CLERIX  MENYAJIKAN  satu paragraf rahasia dalam lembaran presentasinya di suatu siang, akhir Oktober lalu.   Ini adalah paragraf yang menuntunnya turut membongkar kejahatan perpajakan menjelang akhir 2014. Ada foto gedung perkantoran di Luxembourg, dalam lembaran berikutnya. Ada pula potret kantor PricewaterhouseCoopers (PwC), satu firma penasihat perpajakan internasional. Dalam pertemuan itu, Clerix membeberkan bagaimana dugaan kejahatan pajak dilakukan melalui Luxembourg—salah satu negara kecil di Eropa, sekaligus surga pajak di dunia.

“Hampir 340 perusahaan memiliki perjanjian rahasia dengan Luxembourg, membuat mereka dapat memotong tagihan pajak,” kata Clerix. “PwC membantu perusahaan multinasional untuk memperoleh fasilitas itu.” Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under BANKING, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, URBAN ISSUES

Surat untuk Jim Yong Kim

Oleh Anugerah Perkasa

679 words

 

 

Jim yang baik,

Aku senang ketika kau bilang kabarmu baik-baik saja.   Ini kau katakan sesaat sebelum mengikuti Pertemuan Musim Semi yang disiapkan  Bank Dunia—agensi yang kau pimpin, bersama the International Monetary Fund, di Washington D.C. Kau juga antuasias menjawab pertanyaan tentang halaman baru Facebook milikmu, guna merespons rasa ingin tahu publik tentang Bank Dunia. Aku suka gaya bicaramu. Juga gurauanmu, setelah mencerap pertanyaan Pabsy Pabalan—seorang pegawai yang manis,  yang bertugas mewawancaraimu hari itu. Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR

Kutukan Sawit

Oleh Anugerah Perkasa
1.511 words

 

SAYA MENGHADIRI satu diskusi kecil tentang industri kelapa sawit di kawasan Jendral Sudirman, Jakarta Selatan pada awal pekan lalu.  Hanya ada enam peserta plus dua penyaji presentasi. Komputer jinjing disiapkan, demikian pula proyektor. Ada kopi hangat dan air putih yang menemani. Tiga lembar fotokopi presentasi pun dibagikan. Diskusi berlangsung interaktif: pertanyaan dapat menyela di tengah-tengah pemaparan. Siang itu, hujan mulai tumpah. Butiran-butiran airnya terlihat jelas dari balik jendela.

“Bagaimana dengan nasib kelompok adat dan petani kecil?” kata saya, dalam satu kesempatan.

Selama pemaparan, saya tak melihat jelas posisi kelompok-kelompok yang selama ini menjadi korban ekspansi industri kelapa sawit. Keduanya lebih banyak bercerita soal peluang bisnis untuk industri keuangan—macam asuransi—dan pendanaan untuk perubahan iklim. Bagi saya, ekspansi kelapa sawit kian identik dengan perampasan lahan. Ini macam yang terjadi di Sumatra hingga Papua. Saat kami berdiskusi di dalam ruangan yang berpendingin, puluhan petani Jambi dan Suku Anak Dalam (SAD) masih setia berjalan kaki dari Jambi menuju Jakarta sejak pertengahan Oktober.

Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR

September Kelabu di Indramayu

Oleh Anugerah Perkasa
3.062 words

CASUDI TERKEJUT menjawab panggilan telepon selularnya pada sore itu. Dia bersama tiga teman lainnya tengah memperbaiki rumah yang kini dijadikan bengkel. Samsudin, sang penelepon, meminta Casudi untuk segera bersembunyi karena ada penyisiran oleh gabungan aparat keamanan beserta para preman. Casudi adalah petani padi dari Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Dia pun bergegas menuju rumah lain—yang menjadi tempat tinggalnya—tak jauh dari bengkel. Lainnya pun bubar. Hari itu, 11 September 2013.

“Di, ada sweeping. Jangan muncul dulu,” kata Samsudin, dari ujung telepon. “Hati-hati, mereka akan datang ke basis-basis.”

Tempat tinggal Casudi berpagar bambu tipis. Ada deretan pohon kelapa. Satu sekolah dasar terletak di sebelah rumahnya. Dia pun bersembunyi di kamar dengan perasaan khawatir. Sekitar 15 menit kemudian, suara sepeda motor yang meraung mulai terdengar. Ada polisi berpakaian lengkap. Ada pula yang berpakaian bebas. Semuanya memakai sepeda motor trail. Ada yang sendiri dan berboncengan. Dari balik kamar, Casudi mengintip ulah mereka. Raungan sepeda motor pun semakin dikeraskan. Mereka berputar-putar di depan rumahnya.

“Ini rumahnya. Ya, ini rumahnya,” kata salah satu dari mereka.

Hampir 30 menit kemudian mereka beranjak pergi. Aksi penyisiran itu tak hanya selesai di rumah Casudi. Sekitar 50 orang antara lain dari aparat kepolisian, mandor dari Perum Perhutani dan preman, diduga menyisir basis-basis milik Serikat Tani Indramayu (STI) pada hari itu. Samsudin, sang penelepon sekaligus Sekretaris Jendral STI, lebih dulu diintimidasi. Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR, LAW, POLITICS, URBAN ISSUES

Kenangan Kecil dari Riam Adungan

Oleh Anugerah Perkasa
1.360 words

 

Saya tak akan bisa melupakan Desa Riam Adungan sedikit pun hingga hari ini. Desa itu terletak di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Perjalanan melalui darat ditempuh sekitar 2 jam lebih dari Banjarmasin. Desa itu pula yang menjadi tempat pertama saya menyaksikan kawah raksasa hasil pertambangan batu bara pada 2 tahun silam. Ada truk-truk tronton yang beroperasi. Alat berat pengeruk lahan bekerja siang dan malam. Atau cekungan tanah yang terbentang luas.  Dari sana, saya memerhatikan bagaimana proses produksi batu bara diperoleh.

Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE

Kecap Kecap Tabungan Premi

Oleh Anugerah Perkasa
997 words

KESIBUKAN PERTAMA Adi Purnomo usai libur massal adalah menjawab surat-surat elektronik yang menumpuk. Hampir semuanya berkaitan dengan soal administrasi yang tertunda untuk direspon. Dari urusan antar-kantor regional di Singapura dan Kanada, hingga perbankan. Continue reading

Leave a comment

Filed under INSURANCE, POLITICS, URBAN ISSUES

Detik Akhir Aturan Pesangon

Oleh Anugerah Perkasa
1.003 words

AHMAD DARYOKO merampungkan santap siang di kantornya, kawasan Trunojoyo Jakarta Selatan. Di tangannya, tak ada lagi sendok dan garpu, melainkan beberapa lembar dokumen tipis. Dia meletakkannya di atas meja. Kertas-kertas itu adalah kopi surat yang ditujukan ke Presiden dan Wakil Presiden, soal keberatannya tentang rancangan peraturan pemerintah (RPP) Jaminan Pemutusan Hubungan Kerja dan Perubahan Perhitungan Uang Pesangon. Continue reading

Leave a comment

Filed under CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, INSURANCE, LABOUR

Kue Baru Jamsostek?

Oleh Anugerah Perkasa
1.117 words


KATA RAPAT mungkin menjadi kamus umum bagi Myra Maria Hanartani. Hari-harinya tak pernah lepas dari pertemuan-pertemuan serius. Dari yang rutin di pagi hari hingga undangan sejumlah komisi DPR-RI di Gedung Senayan, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan. Isinya tak berbeda jauh: soal ketenagakerjaan. Tapi kali ini, ada hal khusus yang menyita waktunya. Pendanaan pesangon. Continue reading

Leave a comment

Filed under CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR

Piutang Panas Jiwasraya

Oleh Anugerah Perkasa
1.019 words

RUANGAN LANTAI delapan itu masih sepi. Belum banyak pegawai yang datang dan berseliweran. 07.45 WIB. Namun Herris Simandjuntak sudah duduk dalam sebuah ruangan kecil. Dia menunggu. Pagi itu, mungkin menjadi pertemuan paling awal baginya. Continue reading

Leave a comment

Filed under FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE

Menunggu Reinkarnasi Jamsostek

Oleh Anugerah Perkasa
991 words

REKSON SILABAN baru saja keluar lift siang itu. Dia tak seperti buruh kebanyakan yang berpenampilan kumal. Setelannya rapi dan sepatu mengkilat. Rekson menghabiskan hampir dua jam rapat di kantor pusat PT Jamsostek, kawasan Gatot Soebroto Jakarta Pusat. Continue reading

Leave a comment

Filed under CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR