Category Archives: LABOUR

Cerita Kembang dari Salamjaya

Anugerah Perkasa

1.056 words

 

SAYA MENGINGAT perempuan itu tak sekadar seorang pemijat profesional. Kami bertemu pertama kali pada November lalu di pusat kesehatan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saya memilih untuk tidak menuliskan nama sebenarnya—sebut saja Kembang Wangi, karena rentan untuk pekerjaannya. Dia asal Kabupaten Subang, Jawa Barat dan berusia 26 tahun. Kulitnya kuning dengan rambut lurus melebihi bahu.

Kesan saya, Kembang adalah orang yang terbuka—selain itu, manis pula. Kami membicarakan apa pun. Dia kadang bercerita soal kampung halamannya, Desa Salamjaya, Kecamatan Pabuaran. Salah satunya soal kemiskinan.

“Banyak teman Kembang yang selesai SMA, langsung cari kerja. Kalau punya uang, mereka biasa kuliah di Bandung,” katanya. “Orang kaya di kampung dapat dihitung. Mereka punya sawah yang luas.” Continue reading

Leave a comment

Filed under CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, LABOUR, POLITICS

Surat untuk Jim Yong Kim

Oleh Anugerah Perkasa

679 words

 

 

Jim yang baik,

Aku senang ketika kau bilang kabarmu baik-baik saja.   Ini kau katakan sesaat sebelum mengikuti Pertemuan Musim Semi yang disiapkan  Bank Dunia—agensi yang kau pimpin, bersama the International Monetary Fund, di Washington D.C. Kau juga antuasias menjawab pertanyaan tentang halaman baru Facebook milikmu, guna merespons rasa ingin tahu publik tentang Bank Dunia. Aku suka gaya bicaramu. Juga gurauanmu, setelah mencerap pertanyaan Pabsy Pabalan—seorang pegawai yang manis,  yang bertugas mewawancaraimu hari itu. Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR

Kutukan Sawit

Oleh Anugerah Perkasa
1.511 words

 

SAYA MENGHADIRI satu diskusi kecil tentang industri kelapa sawit di kawasan Jendral Sudirman, Jakarta Selatan pada awal pekan lalu.  Hanya ada enam peserta plus dua penyaji presentasi. Komputer jinjing disiapkan, demikian pula proyektor. Ada kopi hangat dan air putih yang menemani. Tiga lembar fotokopi presentasi pun dibagikan. Diskusi berlangsung interaktif: pertanyaan dapat menyela di tengah-tengah pemaparan. Siang itu, hujan mulai tumpah. Butiran-butiran airnya terlihat jelas dari balik jendela.

“Bagaimana dengan nasib kelompok adat dan petani kecil?” kata saya, dalam satu kesempatan.

Selama pemaparan, saya tak melihat jelas posisi kelompok-kelompok yang selama ini menjadi korban ekspansi industri kelapa sawit. Keduanya lebih banyak bercerita soal peluang bisnis untuk industri keuangan—macam asuransi—dan pendanaan untuk perubahan iklim. Bagi saya, ekspansi kelapa sawit kian identik dengan perampasan lahan. Ini macam yang terjadi di Sumatra hingga Papua. Saat kami berdiskusi di dalam ruangan yang berpendingin, puluhan petani Jambi dan Suku Anak Dalam (SAD) masih setia berjalan kaki dari Jambi menuju Jakarta sejak pertengahan Oktober.

Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR

September Kelabu di Indramayu

Oleh Anugerah Perkasa
3.062 words

CASUDI TERKEJUT menjawab panggilan telepon selularnya pada sore itu. Dia bersama tiga teman lainnya tengah memperbaiki rumah yang kini dijadikan bengkel. Samsudin, sang penelepon, meminta Casudi untuk segera bersembunyi karena ada penyisiran oleh gabungan aparat keamanan beserta para preman. Casudi adalah petani padi dari Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Dia pun bergegas menuju rumah lain—yang menjadi tempat tinggalnya—tak jauh dari bengkel. Lainnya pun bubar. Hari itu, 11 September 2013.

“Di, ada sweeping. Jangan muncul dulu,” kata Samsudin, dari ujung telepon. “Hati-hati, mereka akan datang ke basis-basis.”

Tempat tinggal Casudi berpagar bambu tipis. Ada deretan pohon kelapa. Satu sekolah dasar terletak di sebelah rumahnya. Dia pun bersembunyi di kamar dengan perasaan khawatir. Sekitar 15 menit kemudian, suara sepeda motor yang meraung mulai terdengar. Ada polisi berpakaian lengkap. Ada pula yang berpakaian bebas. Semuanya memakai sepeda motor trail. Ada yang sendiri dan berboncengan. Dari balik kamar, Casudi mengintip ulah mereka. Raungan sepeda motor pun semakin dikeraskan. Mereka berputar-putar di depan rumahnya.

“Ini rumahnya. Ya, ini rumahnya,” kata salah satu dari mereka.

Hampir 30 menit kemudian mereka beranjak pergi. Aksi penyisiran itu tak hanya selesai di rumah Casudi. Sekitar 50 orang antara lain dari aparat kepolisian, mandor dari Perum Perhutani dan preman, diduga menyisir basis-basis milik Serikat Tani Indramayu (STI) pada hari itu. Samsudin, sang penelepon sekaligus Sekretaris Jendral STI, lebih dulu diintimidasi. Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR, LAW, POLITICS, URBAN ISSUES

Di Bawah Langit Karawang

Oleh Anugerah Perkasa
1.997 words

 

 

DESA PUSEURJAYA bukan sekadar tempat tinggal bagi petani tua macam Ento. Desa itu juga menjadi bagian besar sejarah hidupnya ketika memulai pekerjaannya sebagai petani, sekitar 50 tahun lalu. Usia Ento kini 70 tahun. Pekerjaannya pun tetap sama: bercocok tanam. Menghalau burung-burung pipit yang rakus memakan bulir-bulir padi. Mengusir hama lain macam keong, tikus hingga ulat pengganggu. Desa yang terletak di Kecamatan Teluk jambe Timur, Karawang itu juga menjadi saksi diam perkembangan zaman: nasib petani macam Ento yang sulit berubah. Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, LABOUR, POLITICS, URBAN ISSUES

Belajar Bisnis dan HAM ala Ruggie

Oleh Anugerah Perkasa
1.085 words

SUHU UDARA di Ruang Safir pada siang itu cukup menusuk tulang. Ruangan yang terletak di hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan tersebut masih sepi. Dua pegawai hotel tengah menyiapkan meja dan kursi. Saya memang terlalu cepat datang pada hari itu. Kira-kira 30 menit lebih awal dari waktu seharusnya yakni 13.30.  Tapi, diskusi pada pertengahan bulan ini memang bikin antusias.

Saya diundang seorang kolega untuk mengikuti diskusi tentang bisnis dan hak asasi manusia (HAM), masalah yang saya pelajari dalam 3 tahun terakhir. Diskusi itu juga akan menjadi masukan untuk penerapan Prinsip-Prinsip Panduan PBB untuk Bisnis dan HAM. Fasilitator diskusi datang dari New York dan Jakarta. Mereka adalah Shift, organisasi non-profit yang mengampanyekan prinsip-prinsip tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan. Dari entitas bisnis, pemerintah hingga masyarakat. Ada pula Human Rights Resource Centre (HRRC) yang berbasis di Universitas Indonesia.

Peserta mulai berdatangan hampir 1 jam kemudian. Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, LABOUR, LAW, POLITICS

Kekalahan Pertama Muraoka

Oleh Anugerah Perkasa
1.049 words

KAMIS PEKAN lalu menjadi hari yang tak terlupakan bagi Revasatia Suhartono. Putusan atas gugatan Suhartono bersama 72 karyawan melawan manajemen di mana dia bekerja, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd (BTMU) di Jakarta, akan dibacakan. Bersama lima orang rekannya, halaman gedung Pengadilan Hubungan Industrial, kawasan MT Haryono Jakarta Selatan, mulai dijajaki. Continue reading

1 Comment

Filed under BANKING, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, LABOUR

Detik Akhir Aturan Pesangon

Oleh Anugerah Perkasa
1.003 words

AHMAD DARYOKO merampungkan santap siang di kantornya, kawasan Trunojoyo Jakarta Selatan. Di tangannya, tak ada lagi sendok dan garpu, melainkan beberapa lembar dokumen tipis. Dia meletakkannya di atas meja. Kertas-kertas itu adalah kopi surat yang ditujukan ke Presiden dan Wakil Presiden, soal keberatannya tentang rancangan peraturan pemerintah (RPP) Jaminan Pemutusan Hubungan Kerja dan Perubahan Perhitungan Uang Pesangon. Continue reading

Leave a comment

Filed under CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, INSURANCE, LABOUR

Kue Baru Jamsostek?

Oleh Anugerah Perkasa
1.117 words


KATA RAPAT mungkin menjadi kamus umum bagi Myra Maria Hanartani. Hari-harinya tak pernah lepas dari pertemuan-pertemuan serius. Dari yang rutin di pagi hari hingga undangan sejumlah komisi DPR-RI di Gedung Senayan, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan. Isinya tak berbeda jauh: soal ketenagakerjaan. Tapi kali ini, ada hal khusus yang menyita waktunya. Pendanaan pesangon. Continue reading

Leave a comment

Filed under CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR

Menunggu Reinkarnasi Jamsostek

Oleh Anugerah Perkasa
991 words

REKSON SILABAN baru saja keluar lift siang itu. Dia tak seperti buruh kebanyakan yang berpenampilan kumal. Setelannya rapi dan sepatu mengkilat. Rekson menghabiskan hampir dua jam rapat di kantor pusat PT Jamsostek, kawasan Gatot Soebroto Jakarta Pusat. Continue reading

Leave a comment

Filed under CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR