Category Archives: LAW

Kutukan Minyak Putri Tujuh

 Anugerah Perkasa

1.822 words

 

SUHANTO MELANGKAH pulang ke rumah setelah menghabiskan waktu berbincang dengan teman-temannya, malam itu. Dia memang sering  berkumpul di Lapangan Badminton dengan para tetangganya. Tempat itu kadang dijadikan arena perlombaan bulu tangkis sekaligus menjadi ajang bermain anak-anak. Suhanto berusia 45 tahun. Kulitnya sawo matang dan rambutnya keriting. Dia adalah warga Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Riau. Pada pukul 10.00,  tayangan televisi di rumah pun mulai ditontonnya selama 20 menit kemudian.

Bummm!

Suhanto terkejut. Dia melihat malam itu menjadi sangat terang. Dari balik jendela, dia menyaksikan api yang berkobar  besar dari dalam Unit Pengolahan II PT Pertamina (Persero).  Asap tebal kian membumbung. Dia sontak membangunkan istri dan anaknya yang tengah terlelap. Mereka pun keluar dari rumah. Suhanto memacu sepeda motor bebeknya. Continue reading

Leave a comment

Filed under CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, LAW, POLITICS

September Kelabu di Indramayu

Oleh Anugerah Perkasa
3.062 words

CASUDI TERKEJUT menjawab panggilan telepon selularnya pada sore itu. Dia bersama tiga teman lainnya tengah memperbaiki rumah yang kini dijadikan bengkel. Samsudin, sang penelepon, meminta Casudi untuk segera bersembunyi karena ada penyisiran oleh gabungan aparat keamanan beserta para preman. Casudi adalah petani padi dari Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Dia pun bergegas menuju rumah lain—yang menjadi tempat tinggalnya—tak jauh dari bengkel. Lainnya pun bubar. Hari itu, 11 September 2013.

“Di, ada sweeping. Jangan muncul dulu,” kata Samsudin, dari ujung telepon. “Hati-hati, mereka akan datang ke basis-basis.”

Tempat tinggal Casudi berpagar bambu tipis. Ada deretan pohon kelapa. Satu sekolah dasar terletak di sebelah rumahnya. Dia pun bersembunyi di kamar dengan perasaan khawatir. Sekitar 15 menit kemudian, suara sepeda motor yang meraung mulai terdengar. Ada polisi berpakaian lengkap. Ada pula yang berpakaian bebas. Semuanya memakai sepeda motor trail. Ada yang sendiri dan berboncengan. Dari balik kamar, Casudi mengintip ulah mereka. Raungan sepeda motor pun semakin dikeraskan. Mereka berputar-putar di depan rumahnya.

“Ini rumahnya. Ya, ini rumahnya,” kata salah satu dari mereka.

Hampir 30 menit kemudian mereka beranjak pergi. Aksi penyisiran itu tak hanya selesai di rumah Casudi. Sekitar 50 orang antara lain dari aparat kepolisian, mandor dari Perum Perhutani dan preman, diduga menyisir basis-basis milik Serikat Tani Indramayu (STI) pada hari itu. Samsudin, sang penelepon sekaligus Sekretaris Jendral STI, lebih dulu diintimidasi. Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE, LABOUR, LAW, POLITICS, URBAN ISSUES

Papua itu Kita, Sayang

Oleh Anugerah Perkasa
767 words

PENYUNTING GAMBAR: HUSIN PARAPAT

Ethine sayang,

Mas tak akan lupa satu perjumpaan singkat dengan Amatus Douw, pemuda asal Paniai, Papua di apartemen kecil di Melbourne, Australia pada 4 tahun silam. Amatus bertubuh gempal dan sering melucu—walaupun masa lalunya demikian pahit. Orangtuanya diduga dibunuh pada 1998, tanpa ada satu pun pelaku yang diseret ke pengadilan. Dia sendiri menjadi manusia perahu untuk mencari suaka politik hingga tiba di Queensland, yang terletak di Timur Laut Australia, pada 2006. Amatus bekerja serabutan untuk bertahan hidup. Saat itu, dia juga mendapat beasiswa belajar di Melbourne.

Dan Paniai kembali menyesaki pikiran Mas hari ini. Continue reading

Leave a comment

Filed under CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, LAW, POLITICS

Menelusuri Konflik Aset Keluarga Tanoto

Oleh Anugerah Perkasa
2.584 words

 

Bisnis Indonesia

I.

JUMAT SORE ITU tak pernah dilupakan Wendy Tanoto. Bersama keluarganya, dia menunggu papanya, Polar Yanto Tanoto untuk makan malam. Ada saudaranya Lina, James dan Katherine. Wendy saat itu berusia 6 tahun. Namun, kabar yang diterima mamanya, Barbara Huang, sungguh mengejutkan. Sang papa tewas dalam kecelakaan pesawat GA 152 jurusan Jakarta—Medan.

Peristiwa tersebut terjadi pada 26 September 1997, dan menewaskan 200 lebih penumpang dan belasan awak pesawat. Selama hampir 17 tahun, semua kenangan haru tersebut tak lekang oleh waktu.

“Saya masih ingat jelas hari ketika mendengar berita itu. Itu Jumat sore biasa, ketika anak-anak mengharapkan ayahnya bergabung untuk makan malam pada pukul enam,” kata Wendy.

Kecelakaan tersebut bukan saja sebuah kehilangan besar bagi keluarga Wendy namun juga mengawali sebuah sengketa bisnis keluarga Tanoto, karena Polar Tanoto adalah adik dari Sukanto Tanoto—Tanoto bersaudara berjumlah tujuh orang. Keduanya bekerja sama saat Radja Garuda Mas (RGM) International Corporation, yang mulanya bergerak pada pengolahan kayu lapis, didirikan Sukanto pada 1967. Grup bisnis itu kelak mengubah namanya menjadi Royal Golden Eagle (RGE) pada 2009 dengan terus mengembangkan bisnis pada pengelolaan sumber daya alam. Ini macam bisnis kertas, Indorayon pada 1988 hingga  Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) pada 1994. Bisnis lainnya juga menyangkut kelapa sawit serta minyak dan gas.

Continue reading

Leave a comment

Filed under BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, LAW

Jejak Hitam Keraton di Kulonprogo

Oleh Anugerah Perkasa
2.885 words

 

 

BUS KECIL  butut yang saya tumpangi mulai meninggalkan Terminal Giwangan, Yogyakarta pada suatu pagi di bulan Agustus.  Kursinya tak empuk. Joknya pun sobek di sana-sini. Penumpang saat itu tak lebih dari sepuluh orang. Ada yang diam saja.  Ada pula yang membaca suratkabar. Si supir  sudah menyetel musik kencang-kencang sebelum keberangkatan.  Jenisnya, lagu-lagu populer periode 1990-an:  Bintang Kehidupan dari Nike Ardilla, Hati Yang Luka  milik Betharia Sonata, hingga Suci dalam Debu dari Iklim, grup musik asal Malaysia. Di tengah musik yang menderu, saya pun memikirkan tempat tujuan kali ini: Kabupaten Kulonprogo. Di sanalah, konflik pertambangan pasir besi sejak  7 tahun lalu, masih tersisa.

Continue reading

2 Comments

Filed under CLIMATE CHANGE, HUMAN RIGHTS, LAW, POLITICS, URBAN ISSUES

Robohnya Pondok Kami

Oleh Anugerah Perkasa
1.215 words

DIMAS RAHMAT SAPUTRA asyik memainkan mobil polisi mainan di depan saya siang itu. Dia bersandar manja ke ibunya, Kasmaboti. Usianya baru 4 tahun dan masih memakai baju tidur. Saya menyodorkan kaki kanan saya untuk mengajaknya bermain. Dia menepak dengan kakinya yang mungil. Setelah bosan bermain dengan mobil-mobilan, dia meraih telepon selular ibunya, mencari keasyikan baru. Tentunya, masih bersandar di pangkuan Kasmaboti. Siang itu, 24 Desember.

Saya menemui keduanya di teras Ruang Pengaduan Asmara Nababan milik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Lembaga itu terletak di kawasan Latuharhary, Jakarta Pusat. Kasmaboti dan Dimas, tidur dan makan seadanya, sejak 10 Desember. Mereka adalah warga Suku Anak Dalam, Jambi, yang tergusur akibat konflik lahan dengan perusahaan sawit. Ada puluhan warga lainnya di teras itu. Kebanyakan mereka beralaskan karpet dan berselimut sarung saat tidur. Ada bantal kecil. Galon air mineral. Ransel yang berserakan. Kabel listrik dan pengeras suara. Mereka juga mendirikan dapur umum. Semuanya campur-aduk.

“Anak ini melihat penggusuran,” kata Kasmaboti kepada saya. “Tak ada yang tersisa dari rumah kami, bahkan satu sendok pun tak dapat.” Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, LAW, POLITICS

Belajar Bisnis dan HAM ala Ruggie

Oleh Anugerah Perkasa
1.085 words

SUHU UDARA di Ruang Safir pada siang itu cukup menusuk tulang. Ruangan yang terletak di hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan tersebut masih sepi. Dua pegawai hotel tengah menyiapkan meja dan kursi. Saya memang terlalu cepat datang pada hari itu. Kira-kira 30 menit lebih awal dari waktu seharusnya yakni 13.30.  Tapi, diskusi pada pertengahan bulan ini memang bikin antusias.

Saya diundang seorang kolega untuk mengikuti diskusi tentang bisnis dan hak asasi manusia (HAM), masalah yang saya pelajari dalam 3 tahun terakhir. Diskusi itu juga akan menjadi masukan untuk penerapan Prinsip-Prinsip Panduan PBB untuk Bisnis dan HAM. Fasilitator diskusi datang dari New York dan Jakarta. Mereka adalah Shift, organisasi non-profit yang mengampanyekan prinsip-prinsip tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan. Dari entitas bisnis, pemerintah hingga masyarakat. Ada pula Human Rights Resource Centre (HRRC) yang berbasis di Universitas Indonesia.

Peserta mulai berdatangan hampir 1 jam kemudian. Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, LABOUR, LAW, POLITICS

Yang Tersingkir dari Jambi

Oleh Anugerah Perkasa
5.984 words

puluhan-petani-jambi-protes-sengketa-lahan-di-istana-001-debby

HAMPIR 3 JAM  lamanya, saya bersama dengan dua puluh dua petani, berada di dalam bak terbuka truk merah tua, meluncur dari pusat kota Jambi menuju Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Para petani tersebut adalah warga Dusun Mekar Jaya, satu dusun yang terletak di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, yang bersisian dengan Batanghari. Awal Februari 2013, mereka tengah pulang kampung setelah melakukan protes ke Kementerian Kehutanan, selama 3 bulan lebih di Jakarta. Ini menyangkut sengketa tanah di dusun mereka dengan satu perusahaan kertas, dalam 2 tahun terakhir.

Dari dalam bak truk, ada yang terus-terusan duduk atau sebaliknya, berdiri. Saya sendiri gonti-ganti posisi karena kaki yang mulai pegal. Ada yang mencoba tidur: menyandarkan punggungnya sampai menarik sarung ke kepala. Yang lainnya, iseng, mulai dari mencabut bulu kaki temannya yang lagi berdiri atau kentut. Sebagian penumpang, adalah pemuda yang berumur sekitar 20 tahun. Keisengan lainnya adalah menyapa pasangan muda-mudi yang tengah istirahat di bangku pusat kota. Melambaikan tangan kepada pengendara yang berhenti di perempatan lampu lalu-lintas. Atau memberikan kecupan jarak jauh. Continue reading

Leave a comment

Filed under BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, LAW, POLITICS

Mengingat Sadat, Melihat Rasuah

Oleh Anugerah Perkasa
1.205 words

13624902001177135552

SAYA MENGENAL Anwar Sadat hampir setahun yang lalu dalam sebuah aksi  demonstrasi di Jakarta bersama para petani asal Sumatra Selatan. Sadat bertubuh gempal dan berkulit sawo matang.  Sering memakai kemeja putih dan celana jeans saat memimpin aksi unjuk rasa. Dia mengepalai Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Selatan periode 2009—2013. Sadat, saya kira, juga adalah orang yang rendah hati. Ini ditunjukkannya saat bertemu pertama kali. Continue reading

1 Comment

Filed under CLIMATE CHANGE, HUMAN RIGHTS, LAW, POLITICS

Menemui Filep Karma

Oleh Anugerah Perkasa
2.051 words

FILEP JACOB SEMUEL KARMA tak pernah bisa melupakan peristiwa 14 tahun silam pada suatu pagi di bulan Juli, di tempat kelahirannya sendiri, Biak, Papua. Bersama ratusan demonstran lainnya, dia mulai dikepung dan ditembaki aparat keamanan gabungan di sebuah tempat Tower Air, tak jauh dari pelabuhan kota tersebut.

Mereka telah bertahan selama empat hari untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora, lambang kemerdekaan bangsa Papua, di menara tersebut. Kejadian 6 Juli 1998 itu kelak dikenal dengan peristiwa Biak Berdarah.

Filep sendiri ditendang kepalanya lebih dari sepuluh kali. Kedua kakinya ditembak peluru karet. Kepalanya dipopor dengan gagang senjata hingga pingsan sampai sadar kembali. Filep diseret, sebelum diangkut ke mobil truk bersama demonstran lainnya.

Continue reading

1 Comment

Filed under HUMAN RIGHTS, LAW, POLITICS