Tag Archives: australia

Seribu Langgar, Sejuta Bara

Oleh Anugerah Perkasa

2.737 words

 

 

GUSTI RIZQAN  mengunggah satu berita ke dinding Facebook miliknya 4 hari sebelum Natal, Desember lalu. Judulnya: Tokoh Muhammadiyah: Larang Ucapkan Natal, Itu Lucu. Dia berkomentar mengapa orang masih berpikiran tak terbuka ketika cendikiawan Islam saja tak mengharamkan ucapan Natal kepada kolega Kristiani.

“Tokoh NU, Muhammadiyah dan cendikiawan Islam besar lainnya tidak mengharamkan,” tulisnya saat itu. “Masih banyak saja yang berpikiran sempit #hopeless.”

Rizqan—berumur di awal 30— adalah adik saya yang tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan bekerja untuk satu kantor akuntan publik. Saya sesekali meneleponnya, namun kami jarang bertemu. Unggahan tersebut, akhirnya mendapatkan tanggapan dari Gilang Dan Galang Nady serta Fadli Ramadhan. Keduanya tak setuju dengan isi berita tersebut. Diskusi pun mengalir.

“Pemberian ucapan selamat Natal baik dengan lisan, telepon, SMS,  pengiriman kartu,“ tulis Gilang, “Berarti sudah memberikan pengakuan terhadap agama dan rela dengan prinsip-prinsip agama mereka.”

“Toleransi itu membiarkan, bukan membenarkan. Kalau Muslim ucapkan selamat Natal, coba minta Nasrani ucapkan syahadat, mau enggak mereka?” kata Fadli. “Ucapin syahadatnya disaksikan banyak orang.”

Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, POLITICS, URBAN ISSUES

Papua itu Kita, Sayang

Oleh Anugerah Perkasa
767 words

PENYUNTING GAMBAR: HUSIN PARAPAT

Ethine sayang,

Mas tak akan lupa satu perjumpaan singkat dengan Amatus Douw, pemuda asal Paniai, Papua di apartemen kecil di Melbourne, Australia pada 4 tahun silam. Amatus bertubuh gempal dan sering melucu—walaupun masa lalunya demikian pahit. Orangtuanya diduga dibunuh pada 1998, tanpa ada satu pun pelaku yang diseret ke pengadilan. Dia sendiri menjadi manusia perahu untuk mencari suaka politik hingga tiba di Queensland, yang terletak di Timur Laut Australia, pada 2006. Amatus bekerja serabutan untuk bertahan hidup. Saat itu, dia juga mendapat beasiswa belajar di Melbourne.

Dan Paniai kembali menyesaki pikiran Mas hari ini. Continue reading

Leave a comment

Filed under CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, LAW, POLITICS