Tag Archives: bank

Cermin Lembor, Cermin Kandeman

Oleh Anugerah Perkasa

979 words

SAYA BERTEMU Kornelis Anto dalam acara Panen Raya pada suatu siang, pertengahan November lalu. Kornelis adalah petani padi dari Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Topi Rea dan baju Songke dikenakannya hari itu. Menjelang tengah hari, perayaan tersebut mulai dipadati ratusan orang. Ada umbul-umbul. Tenda bagi para tamu. Spanduk berisi ucapan selamat datang.  Ada pula tujuh traktor  berjejer di pinggir jalan. Namun, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman belum juga datang.

“Kami mengharapkan dibangunnya jalan usaha tani.” katanya. “Kami harus memikul padi setengah kilometer hingga dua kilometer ke jalan raya.” Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under BANKING, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, UNCATEGORIZED

Seribu Langgar, Sejuta Bara

Oleh Anugerah Perkasa

2.737 words

 

 

GUSTI RIZQAN  mengunggah satu berita ke dinding Facebook miliknya 4 hari sebelum Natal, Desember lalu. Judulnya: Tokoh Muhammadiyah: Larang Ucapkan Natal, Itu Lucu. Dia berkomentar mengapa orang masih berpikiran tak terbuka ketika cendikiawan Islam saja tak mengharamkan ucapan Natal kepada kolega Kristiani.

“Tokoh NU, Muhammadiyah dan cendikiawan Islam besar lainnya tidak mengharamkan,” tulisnya saat itu. “Masih banyak saja yang berpikiran sempit #hopeless.”

Rizqan—berumur di awal 30— adalah adik saya yang tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan bekerja untuk satu kantor akuntan publik. Saya sesekali meneleponnya, namun kami jarang bertemu. Unggahan tersebut, akhirnya mendapatkan tanggapan dari Gilang Dan Galang Nady serta Fadli Ramadhan. Keduanya tak setuju dengan isi berita tersebut. Diskusi pun mengalir.

“Pemberian ucapan selamat Natal baik dengan lisan, telepon, SMS,  pengiriman kartu,“ tulis Gilang, “Berarti sudah memberikan pengakuan terhadap agama dan rela dengan prinsip-prinsip agama mereka.”

“Toleransi itu membiarkan, bukan membenarkan. Kalau Muslim ucapkan selamat Natal, coba minta Nasrani ucapkan syahadat, mau enggak mereka?” kata Fadli. “Ucapin syahadatnya disaksikan banyak orang.”

Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, POLITICS, URBAN ISSUES

Kenangan Kecil dari Riam Adungan

Oleh Anugerah Perkasa
1.360 words

 

Saya tak akan bisa melupakan Desa Riam Adungan sedikit pun hingga hari ini. Desa itu terletak di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Perjalanan melalui darat ditempuh sekitar 2 jam lebih dari Banjarmasin. Desa itu pula yang menjadi tempat pertama saya menyaksikan kawah raksasa hasil pertambangan batu bara pada 2 tahun silam. Ada truk-truk tronton yang beroperasi. Alat berat pengeruk lahan bekerja siang dan malam. Atau cekungan tanah yang terbentang luas.  Dari sana, saya memerhatikan bagaimana proses produksi batu bara diperoleh.

Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS, INSURANCE