Tag Archives: lippo

Hibah Panas Hamba Allah

Oleh Anugerah Perkasa
2.552 words

 

BILLY SINDORO tahu betul risiko saat memutuskan menjadi seorang Protestan pada usia 17 tahun. Dia diusir dari rumahnya di Jalan Pemuda 126-128, Semarang bersama lima saudaranya yang memilih jalan serupa. Selama 6 bulan, mereka tinggal di Gereja Kristen Muria Indonesia, masih dalam kawasan yang sama. Sindoro bersaudara akhirnya menempati sebuah rumah bekas gudang semen di Jalan Kapuran 45, Semarang. Tapi dari bekas gudang semen ini, kecintaan mereka terhadap Tuhan meluap.

 

“Di rumah inilah Tuhan bekerja dengan dahsyat, setiap hari dipenuhi anak-anak muda yang haus akan Tuhan. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus,” ujar Ryanto Sindoro, kakak Billy, yang memutuskan menjadi pendeta.

 

Rumah itu kian ramai. Sejumlah remaja Protestan yang pulang sekolah, menyaksikan bagaimana penginjilan dikumandangkan. Bahkan ada yang sampai tidur menginap. Mereka ingin merasakan kehadiran Tuhan. Tak terkecuali sang remaja Billy yang kian gelisah melihat praktik agamanya. Puncaknya, dia pun memprakarsai kebaktian “Malam Oikumene 1979”, dengan mengumpulkan para pelajar SMA di Semarang. Ini adalah dua tahun setelah pengusirannya dari rumah. Oikumene dikenal sebagai upaya untuk mempersatukan aliran-aliran dalam agama Nasrani serta menyerahkan hidupnya kepada Tuhan.

 

“Saya merasakan kesedihan melihat gereja-gereja terpecah dan saling menghakimi,” kata Billy, dalam situs http://www.30yearswalkwithjesus.com. Continue reading

Leave a comment

Filed under BANKING, BUSINESS DISPUTE, CORRUPTION, FINANCIAL SECTOR, HUMAN RIGHTS

Menelusuri Konflik Aset Keluarga Tanoto

Oleh Anugerah Perkasa
2.584 words

 

Bisnis Indonesia

I.

JUMAT SORE ITU tak pernah dilupakan Wendy Tanoto. Bersama keluarganya, dia menunggu papanya, Polar Yanto Tanoto untuk makan malam. Ada saudaranya Lina, James dan Katherine. Wendy saat itu berusia 6 tahun. Namun, kabar yang diterima mamanya, Barbara Huang, sungguh mengejutkan. Sang papa tewas dalam kecelakaan pesawat GA 152 jurusan Jakarta—Medan.

Peristiwa tersebut terjadi pada 26 September 1997, dan menewaskan 200 lebih penumpang dan belasan awak pesawat. Selama hampir 17 tahun, semua kenangan haru tersebut tak lekang oleh waktu.

“Saya masih ingat jelas hari ketika mendengar berita itu. Itu Jumat sore biasa, ketika anak-anak mengharapkan ayahnya bergabung untuk makan malam pada pukul enam,” kata Wendy.

Kecelakaan tersebut bukan saja sebuah kehilangan besar bagi keluarga Wendy namun juga mengawali sebuah sengketa bisnis keluarga Tanoto, karena Polar Tanoto adalah adik dari Sukanto Tanoto—Tanoto bersaudara berjumlah tujuh orang. Keduanya bekerja sama saat Radja Garuda Mas (RGM) International Corporation, yang mulanya bergerak pada pengolahan kayu lapis, didirikan Sukanto pada 1967. Grup bisnis itu kelak mengubah namanya menjadi Royal Golden Eagle (RGE) pada 2009 dengan terus mengembangkan bisnis pada pengelolaan sumber daya alam. Ini macam bisnis kertas, Indorayon pada 1988 hingga  Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) pada 1994. Bisnis lainnya juga menyangkut kelapa sawit serta minyak dan gas.

Continue reading

Leave a comment

Filed under BUSINESS DISPUTE, CLIMATE CHANGE, CORRUPTION, HUMAN RIGHTS, LAW